Saturday, November 18, 2017

Belajar Present Tense - Rumus dan Contoh Kalimatnya

"Present tense? apa itu present tense?" begitulah kira-kira apa yang ada dalam benak siswa saat pertama sekali guru mengajarkan tentang present tense. Kebanyakan guru langsung memberikan istilah present tense tanpa menjelaskan terlebih dahulu konteks nya atau contoh-contoh nya. Nah oleh karena itu pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang belajar present tense rumus-rumus present tense dan juga contoh-contoh kalimatnya. Sebelumnya, ada baiknya bagi kita-kita baru pertama sekali belajar bahasa Inggris dengan serius silakan baca dulu tentang kalimat verbal dan kalimat non-verbal, agar lebih memahami nantinya saat kita membahas tentang present tense.


Baca juga : Kalimat verbal dan non-verbal

Sebelum panjang kita membahas, teman-teman sekalian ada baiknya mengetahui bahwasanya dalam bahasa Indonesia, kita tidak memiliki perubahan-perubahan kata kerja baik itu dikarenakan subjek nya maupun konteks waktunya. Contoh:
  • Yahwa makan pisang.
  • Makwa makan pisang kemarin.
  • Saya sudah makan pisang tiga hari yang lalu.
  • Maun akan makan pisang besok.
  • Mereka akan makan pisang tiga bulan lagi.
Dilihat dari contoh diatas kita sebagai penutur bahasa Indonesia yang baik dan benar pasti akan demo kalau kata kerja makan berubah menjadi makin pada kalimat kedua, hanya gara-gara si "kemarin". Dan saya juga tidak setuju kalau kata kerja makan berubah menjadi makun pada contoh kalimat ke tiga. Lalu yang menjadi inti dari contoh-contoh ini adalah dalam dunia persilatan bahasa Indonesia kita tidak merubah kata kerja dalam hal apapun baik itu karena subjek maupun karena konteks waktunya.
Sumber photo: pexels.com
Pelajari contoh konteks di bawah ini:
  • Yahwa is a bus driver, but now he is in bed asleep.
  • Yahwa adalah seorang supir, tetapi sekarang dia tertidur di tempat tidur.

Dia sedang tidak mengendarai bus. (Dia tertidur)
tapi Dia mengendarai sebuah bus. (Dia adalah seorang supir bus)

Penggunaan kata kerja seperti drive(s) / work(s) / do(es) / sit(s) /  (dan kata kerja lainnya) dalam sebuah kalimat menunjukkan bahwa itu contoh kalimat present tenses. Kata kerja-kata kerja tersebut sering juga disebut dengan istilah verb satu (verb one).

Baca juga : List kata kerja irregular

Mari kita lihat contoh di bawah ini:

I
We
You
They

drive
work
do
sit
He
She
It

It =sebagai kata ganti benda (The table, The chair, The boardmarker, dll), 

atau juga bisa

 sebagai kata ganti binatang (The tiger, The cat, The dragon, dll).

The cat
The dragon
The tiger

drives
works
does










sits
eats
comes


Untuk rumus dari present tense sendiri kurang lebih bisa kita jabarkan seperti di bawah ini.
S   V1  O
Susunan S V O ini dalam bentuk kalimat positif dan masih secara umum. Contoh kalimat-kalimat di bawah ini mungkin sedikit lebih kompleks, namun ini sekedar contoh kalimat present tense:

  • I drive a car.
  • We work in the office.
  • You do your homework.
  • They sit in front of the class.
  • He drives a car
  • She works in the office
  • The cat does its homework. 
Kita menggunakan present simple untuk membicarakan hal-hal secara umum, fakta, atau kejadian yang berulang-ulang. Dengan kata lain present tense adalah pola kalimat yang menunjukkan kebiasaan (habit), aksi, atau fakta, dan hal tersebut tidak mesti harus sedang terjadi. Contoh-contoh kalimat di bawah ini tidak terikat oleh konteks waktu:
  • People eat rice.
  • It rains a lot in Banda Aceh.

Namun, ada beberapa keterangan waktu yang memang menunjukkan bahwa kalimat itu present tense, berikut keterangan-keterangan waktunya:

Always
most of the time
all the time
sometimes
often
rarely
usually
never
every class
every day
every holiday
every hour
every month
every semester
every week
every year


Contoh kalimat:
  • People eat rice everyday
  • It always rains alot in Banda Aceh

Nah sejauh ini, penjelasan-penjelasan dan kalimat kalimat present tense diatas itu berbentuk kalimat positif atau lebih dikenal juga dengan kalimat affirmative. Untuk selanjutnya kita akan membahas tentang bagaimana perubahan dari kalimat positif ke kalimat negatif dan juga ke kalimat tanya (introgative).

Sekian saja penjelasan singkat tentang present tense, contoh kalimat dan rumus nya. Semoga bermanfaat.

Thursday, November 9, 2017

Cara Membuat Akun Virtual Class di Edmodo Khusus Untuk Guru / Dosen / Trainer Bahasa Inggris

Zaman sekarang yang serba digital ini guru atau dosen di tuntut untuk bisa melek teknologi. Apalagi saat ini banyak sekali video-video pembelajaran bahasa Inggris dari berbagai media digital. Nah, sistem pembelajaran seperti itu memang terlihat unik, namun lebih unik lagi jika ada kelas bahasa Inggris secara virtual. Bagaimana bentuk rupa nya itu? sulit tidak? dan mengapa harus pakai kelas virtual? Pada artikel sebelumnya kita telah membahas tentang salah satu media virtual kelas yaitu edmodo.com. Singkat nya kelas virtual bisa memberikan beberapa manfaat bagi kita guru / dosen dalam memberi dan mengumpulkan tugas. Disamping itu pula, kita bisa langsung memberikan penilaian melalui kelas virtual itu. Sehingga kelas tradisional yang telah kita terapkan bertahun-tahun ada sedikit perubahan. Terutama dalam penggunaan kertas dan ribetnya memeriksa tugas siswa.

Oke, daripada banyak sekali mukaddimah nya, mari kita langsung saja melihat bagaimana cara kita membuat akun kelas virtual di edmodo.com

Berikut langkah-langkah membuat akun edmodo:


  • 1. Klik situs www.edmodo.com.
  • 2. Pilih Saya Guru atau I'm Teacher.





  • 3. Masukkan e-mail dan buat password (yang mudah diingat tentunya) dan klik sign up / daftar. Jika memiliki akun gmail, maka akan sangat mudah mendaftar kan akun edmodo menggunakan gmail. Selain mudah untuk sign in nanti nya, mudah pula bagi kita untuk meng-unggah file-file yang ingin kita berikan kepada siswa-siswa kita.



  • Setelah sign up, klik izinkan / allow. Lihat gambar di bawah ini. Kemudian ikuti dan isi biodata kita.

  • Kemudian klik create account atau membuat akun seperti yang tampak pada gambar di bawah ini.


  • Saat diminta sekolah tempat kita mengajar, kita bisa memilih sekolah dimana kita mengajar. Jika belum tersedia, maka kita bisa membuatkan sekolah itu. Untuk membuatnya cukup klik I can't find my school, lalu isi nama sekolah / universitas dan informasi lainnya yang di butuhkan).



  • lalu klik "set up my first class" untuk membuat kelas pertama kita. 



  • Begitu sudah selesai, maka kita akan melihat tampilan seperti layaknya facebook. Iya, tampilannya sangat sederhana dan sangat eye catching tentunya. Untuk fitur fitur nya saya telah membahas nya pada artikel sebelumnya.


Baca juga: Penggunaan edmodo.com untuk kelas bahasa Inggris.


  • Cara membuat kelas di edmodo, kita bisa membuat kelas sebanyak mungkin menurut kebutuhan. Cara membuat nya, klik create a class pada sisi kiri, lalu isi nama kelas yang diinginkan.


  • Setiap membuat kelas, pastikan kita mengingat kode class/ group code nya. Bagikan kode tersebut kepada siswa agar nantinya siswa bisa membuat akun edmodo. Karena kalau tidak kita bagikan kode kelas kita, maka siswa akan sulit untuk mendaftar edmodo.
  • Untuk versi video nya silakan langsung klik video dibawah ini:

Nah itu dia sepintas tentang bagaimana cara membuat kelas virtual di edmodo khusus untuk guru/dosen/trainer bahasa Inggris. Semoga bermanfaat, silakan share dan komen untuk berdiskusi lebih lanjut. 

Sunday, November 5, 2017

7 Lagu-Lagu Yang Cocok Untuk Listening di Kelas Bahasa Inggris

Aktivitas listening adalah kegiatan yang di tunggu kebanyakan anak murid di kelas. Itu pun kalau listeniing music, tapi kalau mendengarkan percakapan mungkin mereka agak sedikit tidak menyukainya. Oleh karenanya pada kesempatan kali ini kami ingin membahas tentang beberapa lagu yang cocok untuk listening di kelas bahasa Inggris. Tujuan dari aktivity listening menggunakan lagu adalah untuk menghidupkan suasana, dan juga anak murid nantinya bisa mengingat kosakata bahasa Inggris karena lagu tersebut kita ulang-ulang dan bahkan kita nyanyikan bersama. Dikarenakan kita terus mengulang lagunya, ada beberapa kalimat dan frasa yang mereka langsung rekam dan akan menyanyikannya saat berada di luar kelas. Baiklah berikut beberapa lagu yang bisa kita jadikan bahan ajar untuk listening di kelas:


1. What a wonderful world oleh Lois Amstrong


Lagu ini sudah lama sekali dan bagi sebagian anak-anak muda zaman sekarang mereka tidak menyukai nya. Pada link diatas yang saya kasih teman-teman guru bisa mendengarkannya terlebih dahulu sebelum menggunakannya di kelas. Dengan menggunakan lagu ini, kita bisa mengajarkan beberapa kosa kata bahasa Inggris mengenai warna. Teman-teman guru bahasa Inggris bisa mebuat semacam fill in the gap yang nanti nya semua kata-kata yang berhubungan dengan warna bisa di hilangkan/dikosongkan. Saat listening di mulai, siswa bisa mengisikan apa-apa kata yang kosong barusan.

Sumber Foto: pexels.com

Pada lagu versi aslinya, ada beberapa kata yang sulit di tangkap oleh murid. Untuk variasi putarkan juga versi beberapa cover agar melatih listening siswa. Dua cover yang saya kami rekomendasikan adalah Abby Ward dan Michael Buble. Very Abby Ward, beberapa kata diganti dan dihilangkan oleh nya, mungkin dengan tujuan untuk penyesuaian. Sedangkan pada very Buble lumayan sangat jelas dan juga pelan. Setelah 5 atau 7 kali putar, teman-teman guru bisa memperdengarkan what a wonderful world versi Asus. Versi Asus ini nge-beat dan sangat enak di dengar. Tujuannya hanya untuk membiasakan listening anak murid.

2. Bad Day oleh Daniel Powter

Tema lagu ini berkenaan dengan bad day. Diawal kelas kita bisa memulainya dengan menanyakan kepada siswa "apakah pernah menghadapi hari yang buruk?" atau pernah tidak mereka menghadapi hari-hari yang tidak menyenangkan. Kalau kita mengajar di SMA atau Universitas kita bisa memberikan contoh seperti putus cinta misalnya. Dan tentunya mereka senang dengan hal-hal itu. Listening menggunakan lagu ini juga bisa menggunakan teknik fill in the blank. Untuk variasi nya kita akan bahas pada akhir artikel ini.


3. Leaving on the jet plan oleh Jhon Denver

Tanyakan kepada anak murid "siapa yang sudah pernah naik pesawat?" dan dengarkan mereka berkomentar tentang pesawat. Nah lagu yang satu ini cocok untuk mengajarkan vocabulary tentang travel atau airport. Setelah membuat list vocabulary mengenai pesawat dan airport di papan tulis, maka listening section pun bisa di mulai.

Setelah mereka listening beberapa kali dan juga telah mengisi semua kata-kata yang kosong, maka teman-teman guru boleh menjelas kan tentang jet lag. Untuk menjelaskan tentang fenomena jet lag itu kita bisa memberikan conteksnya. Contoh misalnya: Saya berangkat dari Aceh tanggal 15 Mei 2009 ke Amerika. Di perjalanan saya singgah di Jepang yaitu tanggal 16 Mei. Di tanggal 16 Mei itu pula saya terbang lagi menuju ke Amerika pada jam 11 malam. Lalu setiba di Chicago (U.S.), saya melihat jam dinding di bandara menunjukkan jam 6. Saya bertanya, ini jam 6 pagi seharusnya tapi kok jadi gelap? Security nya jawab ini jam 6 malam. Huh? Tanggal berapa? saya tanya. Securitynya jawab tanggal 16 Mei. Makna nya kita telah mengulang waktu. Karena seharusnya pada jam itu saya beraktivitas di Aceh, maka badan saya yang berada di Amerika tidak bisa di ajak tidur (karena di Amerika sudah malam). Keesokan hari ini, di Amerika sudah pagi, badan saya minta tidur, karena di Aceh sudah malam saat itu. Nah fenomena itu sering di sebut dengan jet lag.
Teman-teman guru boleh memberikan contoh yang lebih simple tentunya.

4. If I have million dollar 

Lagu ini khusus untuk mengajar if-conditional. Sangat cocok dengan tema grammar if conditional yang mungkin akan atau sudah kita bahas di kelas. Untuk refreshingnya lagu ini bisa di terapkan.


5. Animal Instinct oleh The Cranberries 

Lagu yang satu ini mengisahkan tentang seorang ibu yang berjuang untuk kedua anak nya. Mungkin kita bisa membahas tentang moral value dari video di lagu ini. Kita bisa mengangkat tema tentang sayang ibu atau hari ibu. Dan diakhir lagu, semua anak murid bisa mendiskusikannya baik secara in pair atau pun in group.


6. Close to You oleh Carpenters

Ini satu lagu romantis-romatisan, pelan dan asyik untuk di dengar berulang-ulang. Pernah nonton film close to you? saat lagu ini di putar, sebuah aksi tembak-tembakan oleh seorang wanita cantik pun membuat kita terpana. Lagu nya sepintas tidak nyambung dengan aksi tersebut namun menambah bumbu "ke-keren-an" aksi tersebut. lhaa kok bahas film? :D Jadi intinya lagu close to you ini bisa di jadikan bahan untuk listening di kelas. Untuk versi covernya, silakan searching Olivia Ong, karena Olivia menyanyikannya lebih jernih.


7. I Have a Dream oleh ABBA

Lagu yang satu ini sangat populer setelah di bawakan oleh Westlife tahun 1990 an. Menggunakan lagu ini, kita bisa mengangkat tema cita-cita anak murid kita. Bahas sedikit seberapa pentingnya kita memiliki cita-cita.


Teknik-teknik nya:

Untuk listening activity ada beberapa teknik yang bisa kita terapkan. Yang pertama adalah Fill in the blank, yang kedua adalah jig saw, yang ketiga bisa dengan memperagakan. Kita akan membahas teknik-teknik ini lebih detail nanti pada artikel selanjutnya. 

Semoga artikel sederhana ini emberikan semngat kita untuk mengajar listening. Share dan komen jika ada yang ingin di diskusikan. Semoga bermanfaat. 

Tuesday, October 31, 2017

Cara Mengajar Modal Verbs Secara Menyenangkan

Kesulitan dalam mengajar modal of probability? mengajarkan modal of probability tergolong mudah-mudah susah. Banyak anak murid tidak memahami apa itu modal walaupun telah diajar oleh guru. Hal ini kemungkinan disebabkan kita sebagai guru kurang memberikan konteks dalam mengajarkannya. Lantas bagaimana kita bisa membawa konteks penggunaan modal of probability kedalam kelas saat mengajar? Satu tantangan terbesar dalam mengajarkan modal adalah siswa mengerti makna dari modal serta penggunaanya dalam kehidupan sehari-hari mereka. Modal memiliki beberapa makna dan justru terkadang suka menimbulkan makna yang ambigu.  Hal ini membuat siswa kebingungan dalam memahami pengunaan modal, kapan dan dalam konteks yang bagaimana modal ini atau itu di gunakan.

Nah, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas bagaimana cara mengajar modal of probability secara menyenangkan dan menarik dengan menggunakan konteks komunikasi. Sepintas aktivitas nya adalah seorang siswa membuat sebuah menara menggunakan gelas minuman mineral kosong (bekas), lalu teman-teman segroupnya akan memberikan komentar pada setiap menara akan jatuh atau tidak? Dari situ mereka akan belajar menggunakan modal of probability secara komunikatif.

Mempersiapkan Material:

Dalam mempersiapkan aktivitas pengajaran modal ini, kita akan membuat semacam game yang memerlukan teamwork. Material yang di butuhkan adalah beberapa gelas plastik air minum mineral yang sudah bekas. Untuk kelas yang besar, silakan prediksi berapa gelas yang di butuhkan. Contoh, untuk membuat satu tower (menara) dibutuhkan sekitar 15 sampai 25. Jika dirasa kelas nya cukup besar, maka bisa di persiapkan 3 atau 4 tower. Agar siswa nanti memahami permainannya, ada baiknya guru membuat demo di depan kelas dan siswa harus memperhatikan. Jika guru mampu menyusun sebuah tower dengan menggunakan semua gelas air mineral yang ada, maka guru harus mempersiapkan gelas air mineral lebih. Tujuannya adalah agar nanti siswa kesulitan membuat tower dan kemungkinan akan jatuh tower yang mereka bangun hingga 100%.

Mempersiapkan Permainan:

Perhatikan tabel dibawah ini, jika memungkinkan silakan untuk di tuliskan di papan tulis agar siswa dapat melihatnya. Ajak mereka untuk membaca modal verbs nya bersama-sama. Periksa pronunciation mereka, koreksi siswa jika diperlukan. Kita memilih satu verb saja yaitu fall, karena tower yang mereka bangun nantinya kita harapkan akan jatuh.


Berikut pola permainannya:
  • Bentuklah dua atau tiga group.
  • Group pertama diizinkan untuk bermain untuk pertama kali.
  • Dari group pertama, ada satu siswa yang di suruh maju kedepan kelas. Kita sebut dia menjadi "builder". Tugas dari builder sendiri adalah menyusun gelas air mineral menjadi tower. Cara nya letakkan satu gelas upright (bibir gelas menghadap keatas), lalu gelas kedua disusun disampingnya dengan bibir gelas kebawah sehingga pantat gelas akan beraa diatas. Kemudian gelas ketiga disusun lagi seperti posisi gelas pertama, lalu gelas ke-empat juga disusun seperti posisi gelas kedua, dan begitu seterusnya hingga builder bisa membuat tower setinggi mungkin.
  • Siswa lain di group satu harus memberikan komentar pada tiap gelas air mineral di susun oleh builder. Pada awal-awal; mereka akan memberi komentar "won't fall", lalu pada pertengahan tower yang sedang dibangun, mereka bisa memberikan komentar "could fall", dan semakin tinggi tower yang dibangun maka komentar mereka bisa menjadi "will fall".
Setelah group satu sudah selesai dan tower nya sudah jatuh, maka bisa di lanjutkan dengan group ke dua. Siswa yang lain memperhatikan. Terdengar bosan, namun mereka akan menggunakan modal verbs dalam konteks yang nyata dan dengan begitu mereka akan belajar pragmatic meaningnya sekaligus.

Untuk membuat pembelajaran modal verbs ini lebih menyenangkan, guru bisa menyuruh group satu, dua, dan tiga untuk sekaligus membangun tower nya. Dan setiap anggota kelompok dari masing-masing group terus memberikan komentar. Kelas nya akan sedikit ribut, akan tetapi sangat menyenangkan.

Untuk membuat pengajaran modal verbs ini lebih asyik lagi, guru bisa memberikan limit waktu tertentu untuk builder membangun tower. Dengan begitu builder akan berlomba-lomba untuk membangun tower setinggi mungkin dan juga agak sedikit panik. Kemungkinan untuk tower itu roboh pun lebih cepat.

Sumber Foto: Pexels.com [Foto hanya untuk memperindah tampilan blog]

Evaluasi:

Agak sedikit sulit untuk menilai tiap-tiap individunya, dikarenakan kelasnya akan sedikit ribut. Namun kita bisa memperhatikan setiap siswa saat memberikan komentar. Adapun cara yang lebih mudah yaitu dengan cara menggatur irama permainannya. Setiap satu gelas sudah di susun, guru bisa menanyakan pada anggota group nya untuk memberikan komentar. Mana siswa yang masih kurang bisa di ulang-ulang.

Bagaimana? kira-kira memungkinkan untuk diterapkan di dalam kelas kita? jika memungkinkan, silakan diterapkan pola belajar modal verb seperti ini. Nah itu dia sepintas tentang bagaimana cara mengajar modal verb secara menyenangkan. Semoga tulisan yang sedikit ini mampu membuat kelas teman-teman menjadi lebih hidup dan bersemangat saat belajar modal verbs. Silakan di bagikan (share) atau di komen dibawah ini untuk berdiskusi lebih lanjut.

Happy learning and Happy teaching. Thank you very much. ^_^

Friday, October 27, 2017

Warming Up Activity Untuk Kelas Bahasa Inggris

Warming up activity merupakan aktivitas sederhana diawal pertemuan dengan siswa kita. Sedikit banyaknya kegiatan mengajar kita bisa sukses kalau warming up nya pun luar biasa. Terkadang saat berada di dalam kelas (untuk mengajar) kita merasa canggung untuk memulai pelajaran. Selain menyapa siswa, berdoa, dan juga memberikan softskill, kita sebagai guru harus mampu memperkaya diri kita dengan berbagai macam aktivitas ice-breaking sebagai warming up di kelas bahasa Inggris. Tujuan dari awarming up ini agar siswa stick dengan apa yang kita jelaskan nantinya, dan setelah keluar dari kelas dia akan menunggu-nunggu kelas bersama kita lagi. Dengan kata lain ingin lagi dan lagi ^_^.

Artikel kali ini kita akan membahas sedikit dari banyaknya aktivitas warming up untuk kelas bahasa Inggris. Warming sangat ampuh untuk "membangunkan" semangat siswa, tidak hanya young learners tetapi juga adult learners. Berikut beberapa aktivitas untuk warming up di kelas bahasa Inggris:

Sumber Foto: pexels.com

1. Topi Saya Bundar Activity

Pernah dengar lagu "topi saya bundar"? Tentunya sudah sangat familiar bukan? Yak, lagu ini merupakan lagu yang sangat fenomenal di kalangan anak-anak ketek (kecil), karena lagu ini diajar kan di TK dan mungkin ada yang belajar saat SD. Anyway berikut adalah lirik nya:

Topi saya bundar
Bundar topi saya
Kalau tidak bundar
Bukan topi saya

Coba baca sekali lagi dengan nada ! ^_^ Ya, sudah bisa kan ya? Nah, diawal masuk kelas, tuliskan lirik lagu topi saya bundar ini dipapan tulis. Lalu minta mereka berdiri melingkar dan bernyayi bersama sampai semuanya tahu lagu nya. Kemudian:
  • Peragakan: saat kita menyebut topi, maka kedua tangan kita berada diatas kepala. Kemudian saat menyebut kata saya maka kedua tangan kita dekapkan di dada  kita. Lalu untuk kata bundar, kita bisa membuat seperti lingkaran dengan kedua tangan [kedua tangan tertutup kemudian terbuka dan buat lingkaran hingga ke arah bawah lalu berjumpa lagi tangan kita]. Untuk kata tidak dan bukan bisa membuat tangan seperti silang [tanda tidak mau atau seperti melambaikan tangan; bye-bye]
  • Kemudian ajak lah semua siswa untuk nyanyi bersama dan memperagakan gerakan tadi.[Seperti anak paud jadi nya :D, but it is OK]
  • Nah disaat mereka sudah menguasainya, sekarang menyanyikan dan memperagakan lagi NAMUN kali ini kata saya tidak di ucapkan hanya di dekapkan tangan di dada kita. Jadi kurang lebih nanti mereka akan menyanyikannya seperti ini:

Topi ( silent ) bundar
Bundar topi (  silent )
Kalau tidak bundar
Bukan topi ( silent )


  • Pasti akan terdengar asyik ^_^. Kemudian bisa di ganti dengan kata topi dan bundar nya yang di silent.
Nah, setelah ini baru lah kita ubah lagunya dengan versi bahasa Inggris. Maksudnya adalah semua kosakata pada lagu topi saya bundar itu diterjemahkan kedalam bahasa Inggris. Abaikan grammar dan kecocokan artinya, karena tujuannya adalah untuk having FUN. Aktivitas ini saya dapatkan dari English Teacher di LP3I Jakarta, Mr. Dirman. Thanks Mr. Dirman ^_^

Untuk pengembangannya, lagu anak-anak lainnya juga bisa, misalnya lagu pelangi pelangi alangkah indah mu, jika diterjemah maka kurang lebih akan menjadi seperti ini: rainbow rainbow how beautiful you are dan seterusnya. 


2. Boardmarker Activity

Aktivitas ini saya dapatkan dari seorang anak murid saya di LP3I Banda Aceh. Dia mengajarkan aktivitas sederhana ini. Saya memberikan nama aktivitas ini boardmarker activity supaya saya mudah mengingatnya. Bagaimana cara nya?

  • Pertama-tama ajak siswa kita untuk duduk membentuk U-shape atau letter U. Lalu kita sebagai pengajar berdiri di sisi paling depan dan ujung (baik itu kanan maupun kiri, terserah).
  • Berilah contoh terlebih dahulu, agar semua siswa paham. Kita mengenggam sebuah spidol lalu memberi tahukan kepada seorang siswa yang paling ujung barusan:

T : This is a board marker [memberikan spidol]
S : What? [mengambil spidol]
T : Boardmarker.

Lalu S memberitahukan kepada kawan di samping nya.

S : This is a board marker [memberikan spidol ke S1]
S1: What? [menanyakan ke S]
S : What? [menanyakan balik ke T]
T : Boardmarker [memberitahukan ke S]
S : Boardmarker [memberitahukan ke S1]
S1:Boardmarker. [mengucapkan kembali]

Lalu S1 memberitahukan ke teman disampingnya [S2].

S1: This is a boardmarker
S2: What? [menanyakan S1]
S1: What? [menanyakan S]
S : What? [menanyakan T]
T : Boardmarker [memberitahukan S]
S : Boardmarker [memberitahukan S1]
S1: Boarmarker [memberitahukan S2]
S2: Boarmarker. [mengucapkan kembali]

Dan begitulah selanjutnya sampai siswa yang terakhir. Usahakan saat mereka menanyakan "what" atau menjawab harus cepat dan tidak boleh ada delay. Latihan seperti ini dapat membuat siswa mengingat kata tersebut dalam waktu sangat singkat karena dia akan terus mengulag satu kata itu sampai satu juta kali #eh, tergantung pada jumlah siswa nya sih ^_^. Intinya mereka repeat the word again again and again.

Kata boardmarker boleh di ganti dengan kosa kata apa saja yang dianggap perlu untuk diketahui oleh siswa.


3. Ts-Ts,Ts, Boom Activity

Kegiatan ini saya dapatkan dari seorang teman di Yuan Ze University. Bunyi Ts hampir mirip dengan bunyi Tesh [seperti menyuruh orang diam, tapi semacam bunyi cymbal pada drum band.]. Kegiatan ini seperti Beat Box
Pertama-tama ajak lah siswa membuat lingkaran, cukup satu lingkaran, jika kelasnya besar maka semua nya bisa ikut bermain.

  • Orang pertama yang mulai harus menunjuk ke kanan atau ke kiri sambil membunyikan mulut Ts. Gerakan telunjuk diayunkan seperti anak-anak yang suka main beat box gitu [duh susah ya menjelaskan dengan tulisan :D, kapan-kapan akan kami buat kan video nya].
  • Siswa yang di tunjuk harus melanjutkan Ts juga, dan tentunya harus berkesinambungan. lalu siswa kedua ini boleh menunjuk balik ke siswa pertama tadi atau siswa yang ada di sebelah nya. Ingat ! mereka hanya boleh mengayunkan telunjuk mereka ke kanan atau ke kiri saja.
  • Siswa yang tidak dapat menyambung atau lama respon, maka dia akan membunyikan bunyi Ts Ts (dua kali tesh-nya). Dan permainan di mulai dari dia. Siswa lainnya tetap membunyikan Ts (sekali), kalau ada yang buat kesalahan lagi maka ia akan membunyikan Ts, Ts (dua kali).
  • Nah disaat siswa yang membunyikan Ts Ts (dua kali) melakukan kesalahan lagi, maka ia harus mengucapkan BOOM.
  • Jika Siswa yang mengucapkan BOOM itu melakukan kesalahan lagi, maka ia akan keluar dari lingkaran. 
  • Permainan akan terus berlanjut hingga di dapatkan 3 atau 2 orang yang bersisa sebagai pemenang. 
Sehingga permainan ini seperti anak-anak gaul yang sedang melakukan beat box. Tentunya siswa harus mengikuti irama juga agar terdengar asyik ^_^.  Untuk diketahui, permainan ini akan menyita banyak waktu jika siswa nya terlalu ramai. Namun jika hanya sekedar having fun, maka bisa di set waktu nya, mungkin 10 menitan is enough.


4. Double O Seven Activity (007)

Ajak siswa untuk berhitung dari one to berapa yang ada siswa di kelas. Setelah itu siswa harus mengucapkan boom pada kelipatan tiga (misalnya). Contoh:

S1 : One
S2 : Two
S3 : BOOM
S4: four
S5: five
S6: BOOM
S7: seven
...
dan begitu selanjutnya. Aktivitas ini sangat cocok bagi mereka yang baru belajar number. Sebagai tambahan, selain kelipatan 3 kita juga bisa membuatnya menjadi kelipatan 7 atau 5 supaya lebih bervariasi saja.

Wednesday, October 25, 2017

Penggunaan So and Not

"I don't think so", I believe so", atau "I don't think so" adalah contoh-contoh kalimat yang sering di ucapkan oleh bule-bule dalam percakapan sehari-hari mereka. Dalam bahasa Inggris, penggunaan so seperti pada contoh barusan sangat lah berguna dan sangat penting. Kenapa penggunaan so disini sangat penting? Ini disebabkan penggunaan so pada percakapan dalam membuat percakapan lebih natural dan "time-saver" dalam percakapan sehari-hari. Kata so biasanya di gandengkan atau di pasangkan dengan kalimat seperti "I think, believe, hope, am afraid sebagai sebuah respon terhadap sebuah ungkapan. Mari kita lihat contoh dibawah ini:


I think it will be sunny tomorrow. - Oh, I hope so. (affirmative)
You haven't caught cold, have you? - I don't think so. (negative)

Sumber Foto: pixabay.com
Dari kedua contoh diatas pasti dapat kita pahami kemana arah penggunaan dalam kalimat respon. Seperti yang sudah di paparkan diatas bahwa so bisa membuat respon lebih natural, pendek, dan juga menghemat waktu dalam percakapan.

Frasa "I hope" and "I am afraid" digandengkan/dipasangkan dengan "not" sebagai bentuk respon negative. Pada kata "think" dan "believe" juga dipasangkan dengan "not", terutama saat ingin menekankan respon yang di ucapkan.

Mari kita perhatikan contoh di bawah ini:

I wonder if they've got lost? -

(1) Oh, I hope not.
(2) Oh, I don't think so. (I think not.)
(3) I'm afraid so. (I'm afraid they have.)
(4) I'm afraid not.
(5) I believe not.

Dari ketiga respon diatas, kita bisa melihat contoh nomor 1,2,4 dan 5, kata hope, afraid, think, dan believe langsung di pasangkan dengan not. Respon semacam ini bisa jadi menunjukkan sebauh penekanan bahwa ia yakin mereka benar-benar tidak akan tersesat. Sementara itu untuk contoh nomor 3 itu merupakan respon affirmative (positive).

Untuk memperdalam ilmu pengetahuan kita tentang penggunaan so ini, berikut ada beberapa latihan yang bisa di kerjakan:

Respon lah kalimat kalimat di bawah ini:

1. Is there time for another cup of coffee? (think)
2. He left a month ago, didn't he? (believe)
3. I expect we will have a good time at the party.(hope)

Nah itu dia sepintas tentang penggunaan so dan not. Semoga membantu teman-teman dalam memahami nya. ^_^ Happy learning.

Tuesday, October 24, 2017

Cara Terjemah Dokumen Dengan Google Translate

Lebih dari satu dekade yang lalu, google telah menyediakan jasa terjemah ke hampir berbagai bahasa di seluruh dunia. Bahkan untuk di Indonesia sendiri google sudah menyediakan beberapa page tersedia dalam bahasa bahasa jawa serta bali. Semenjak saat itu banyak sekali masyarakat dunia yang menggunakan fasilitas gratis ini untuk menterjemah berbagai bahasa tanpa ada batasan.

Banyak diantara kita yang hanya mengetahui penggunaan google translate secara kata per kata atau frasa per frasa. Sebenarnya google sudah mampu menterjemahkan file dokumen. Nah pada kesempatan ini kita akan membahas tentang bagaimana cara kita terjemah file dokumen dengan menggunakan google translate.

Berikut langkah mudah nya:

1. Buka google translate dan klik google translate hingga masuk kedalam halaman google translate tersebut.

Gambar 1: Klik Google translate untuk menterjemahkan dokumen


2. Klik hyperlink "terjemahkan dokumen" seperti yang tampak di gambar bawah ini:

Gambar 2: Klik terjemahkan dokumen / translate

3. Klik pada tombol "Choose File" untuk membuka file yang ingin kita terjemahkan. Pastikan File yang kita pilih dalam bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya yang ingin kita terjemahkan kedalam bahasa Indonesia. 

Gambar 3: Klik Choose File untuk meng-unggah file yang ingin di terjemahkan

4. Klik tombol "Open" jika sudah memiliki file mana yang ingin di terjemah. File boleh dalam bentuk pdf maupun Microsoft Office. 

Gambar 4: Klik file yang ingin di unggah dan klik open untuk lanjut.

5. Klik tombol "Terjemahkan/Translate". Tunggulah beberapa detik untuk proses penterjemahan.

Gambar 5: Klik Terjemahkan /translate 
6. Hasil terjemahan sudah bisa di baca langsung 


Setelah hasilnya muncul seperti yang tampak pada gambar diatas, maka kita bisa copy semua hasil terjemahannya dan paste kan ke Microsoft Word. Silakan scroll ke bawah untuk melihat seluruh hasil terjemahannya. Untuk halaman bisa di cek pada bagian kiri (setelah halaman pertama), lakukan scroll perlahan-lahan agar tidak kelewatan. Saya pribadi belum mengetahui bagaimana cara download hasil terjemahan untuk di jadikan file pdf. 

Untuk diingat bahwa hasil terjemahan masih sangat "kacau balau" atau dengan kata lain hasil terjemahan masih belum sempurna dan susah di pahami. Saran dari saya silakan baca ulang hasil terjemahannya dan cobalah untuk merangkainya kembali menjadi kalimat yang utuh dan bisa di pahami. Tentunya banyak kosakata yang harus di hapus atau di tambah agar mudah di pahami. 

Beberapa kosa kata yang di terjemahkan harus kita lihat kembali apakah hasil terjemah sesuai dengan kata asli dan makna asli dalam bahasa Inggris. 

Bagi yang kuliah S2, biasanya banyak membaca jurnal artikel dalam bahasa Inggris. Tidak mudah memahami jurnal bahasa Inggris tentunya, bahkan bagi mereka yang sudah jago bahasa Inggris sekali pun sulit memahami nya hanya dengan sekali baca, walaupun mereka (yang jago bahasa Inggris) tahu semua arti dari kata-kata yang mereka baca. Mereka aja sulit, apalagi kita ini ya? ^_^ Jangan khawatir, kini telah hadir Google Translate :D [Dapatkan CD dan kasetnya di toko bengkel langganan anda, #eeeeh] ^_^

Dari pengalaman saya, professor saya menyuruh saya membaca jurnal artikel lebih dari sekali. Tujuannya agar kita lebih memahami isi artikel yang dibaca. Saya baca nya lebih dari 3 atau 5 kali kadang-kadang, ngerti gak ngerti yang penting baca aja :D. Nah, Dari pada pusing-pusing baca jurnal artikel dalam bahasa Inggris, lebih mudah lagi membacanya dalam hasil terjemahan, ya gak? Maka kita bisa menterjemahkan dokumen (artikel) dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia tanpa harus ribet lagi. 

Semoga artikel cara terjemah dokumen dengan google translate ini membantu banyak mahasisa, eh, mahasiswa khusus nya mahasiswa magister Indonesia di seluruh dunia ini dalam dunia persilatan perkuliahan ^_^ 

Silakan share karena siapa tahu ada teman-teman kita yang ingin terjemah dokumen dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris juga dengan google translate. 

Monday, October 23, 2017

Cara Mengajar Comparison: Speaking Drill Using The Comparison Game

Mengajar comparison tentu nya bisa di modifikasi dari teknik ke teknik. Pada kesempatan kali ini, artikel ini akan memberikan cara praktik langsung (speaking) dengan topic comparison. Allen (p.290) menamai pola ini dengan sebutan The Comparison Game.

Sumber Foto: pixabay.com

Secara tradisional, kita belajar comparison hanya dengan membandingkan gambar yang di sediakan guru. Kemudian menjawaab soal baik itu dituliskan di buku latihan maupun maju ke papan tulis. Sementara itu, jarang sekali ada guru bahasa Inggris yang memberikan drill khusus agar siswa terlatih menggunakan comparison dalam speaking.

Latihan speaking dengan topik comparison ini bisa di buat dengan cara menyediakan beberapa list (daftar) vocabulary yang memiliki sifat yang sama atau mirip. Kemudian, siswa bisa menanyakan pertanyaan dengan dua format di bawah ini

1. How is X like Y?
2. How does X differ from Y?

Siswa pertama bisa menanyakan pertanyaan dengan menggunakan kedua format diatas. Lalu siswa kedua (sebagai interlocutor) memberi tanggapan dengan beberapa kata atau kalimat saja yang menunjukkan kesamaan (similarity) atau perbedaan-perbedaannya (differences) yang mudah ia pikirkan. Dengan kata lain, siswa kedua tidak di tuntut untuk menjawab pertanyaannya secara mendetail.

Tujuannya adalah agar siswa kedua tidak merasa tertekan dan juga aktivitas semacam ini cocok bagi siswa tingkat elementary (dasar).

Berikut adalah exercise nya. Gunakan pasangan kata-kata di bawah ini, dan respon dengan beberapa kata atau kalimat saja.

 (A) How is X like Y?
 (B) How does X differ from Y?

1. Chair          Table
2. Glass          Cup
3. Car Bus
4. Orange Apple
5. Television Radio
6. Tea Coffee
7. Dog Horse
8. Duck Chicken
9. Boot Shoe
10. Watch Clock
11. Flat         House
12. Pen      Pencil
13. Buther Grocer
14. Cow Sheep
15. Arm    Leg
16. King   President
17. Road   Street
18. Kettle Teapot
19. Cabbage Lettuce
20. Cigar  Cigarette
21. Box Tin
22. Fog Mist
23. Gate   Door
24. Worm Caterpillar
25. Nail    Screw
26. Rabbit Hare
27. Fruit   Vegetable
28. Dream Nightmare
29. Wages Salary
30. Map Globe

Contoh:
Siswa A menanyakan "How is spoon like fork?" atau "How does lake differ from pond?". Kemudian Siswa B bisa merespon dengan beberapa kata saja atau beberapa kalimat saja. Misalnya "the spoon and fork are made of iron" atau "Lake is bigger and deep, pond is smaller and not too deep".

Siswa bisa maju berpasang-pasangan di depan kelas. Kemudian guru memberikan pasangan kata-kata seperti yang sudah kita list diatas. Atau juga bisa di jadikan homework, yaitu dengan memeberikan semua list pasangan kata-kata diatas, kemudian suruh mereka mencari teman untuk practice speaking dan rekam menggunakan tab atau smartphone yang mereka miliki.

Lalu rekaman bisa di kumpulkan saat masuk ke kelas minggu depan nya. Untuk lebih menantang, video juga bisa di posting di akun instagram atau Youtube siswa. Untuk postingan di Instagram, ada baiknya ditanyakan langsung pada siswanya apakah mereka bersedia atau tidak dan jangan ada paksaan kepada mereka yang tidak memiliki akun instagram.

Nah itu dia sepintas tentang The Comparison Game. List kosakata pasangan diatas murni dikutip dari buku Allen. Referensinya tersedia dibawah artikel ini. Semoga bermanfaat, silakan di share atau kalau mau tinggal pesan silakan komen dibawah ini.
^_^ Salam suskses selalu.


Referensi:

Allen, W. S (1974). Living English Structure. Longman, Harlow.

Saturday, October 21, 2017

Contoh Kalimat dan Perbedaan Fairly and Rather.

Penggunaan kata-kata fairly dan rather dalam bahasa Inggris adalah sebagai ekspresi suatu tingkatan. Namun bagi kita pemula dalam belajar bahasa Inggris sering sekali salah dalam  penggunaannya.

Sumber Foto: pixabay.com

Kata fairly biasanya digunakan ketika seseorang saat berbicara atau menulis menginginkan / mengharapkan untuk sebuah konfirmasi beberapa hal-hal positif atau ide-ide yang menyenangkan / menggembirakan. Di lain sisi, kata rather digunakan ketika ingin menungkapkan hal-hal negative atau ide-ide yang tidak menyenangkan.

Dengan kata lain, kata fairly semacam selangkah menuju ideal, sementara itu rather selangkah mundur menuju ideal. Atau juga bisa kita rangkum kan dengan memberikan contoh dengan kata too and enough seperti ini.

1. It was too cold for us to go out.
2. It was cold enough to freeze our body.

Pada contoh no. 1, too menunjukkan bahwa sangat dingin yang dalam bentuk negatif sehingga mereka tidak bisa keluar. Kemudian pada contoh no. 2, enough menunjukkan bahwa cukup dingin nya dalam bentuk positif. Maksudnya mereka sedang butuh untuk mendinginkan badan mereka sehingga dinginnya sudah cukup.

Nah, penggunaan kata fairly adalah setengah menuju kata enough itu. Sementara itu kata rather adalah setengah menuju kata too.

Jadi kita bisa bilang seseorang is "fairly well" karena sehat (well) adalah sesuatu yang manusia inginkan, akan tetapi kita bisa bilang seseorang is "rather ill" karena sakit (ilness) adalah sesuatu yang manusia tidak inginkan sama sekali.

Mari kita lihat contoh nya:

3. Rabumah is rather tall for her age

Pada contoh no. 3 diatas menunjukkan bahwa tinggi badan Rabumah tampak tinggi yang sedikit tidak ideal (karena "terlalu tinggi"). Dia lebih tinggi dari pada yang kita sukai. Mari kita lihat contoh no. 4 dibawah ini:

4. Rabumah is fairly tall for her age

Berbeda dengan contoh no. 3, contoh no. 4 ini menunjukkan bahwa tinggi Rabumah sangat ideal dan kita mengakui nya. Kata tinggi pada kalimat adalah sebuah hal yang ideal dan kita semua menerima hal tersebut.

Jadi kesimpulannya adalah perbedaan penggunaan kata fairly dan rather adalah:
Kata fairly lebih condong kepada sebuah hal yang positif atau ide yang menyenangkan, sebaliknya
kata rather digunakan untuk menunjukkan sebuah hal negatif atau ide yang tidak menyenangkan. 

Nah dari pemaparan diatas kita bisa mengetahui tentang perbedaan antara fairly dan rather. Sebagai bahan latihan coba perhatikan beberapa soal diabawah ini:

Isilah kata fairly atau rather pada kolom yang kosong pada tiap-tiap kalimat dibawah ini.

a. We hope this test will ____ easy.
b. Well, They'are afraid it will be _____ difficult.
c. Let's go by car; it's a ______ uninteresting walk.
d. Our homework was _____ good this month.
e. The food was ___ badly cooked.

Kira-kira sudah mudah dapat dipahami? semoga sudah dapat dipahami ya perbedaan fairly dan rather serta contoh-contoh kalimatnya. Semoga bermanfaat ^_^