Monday, October 9, 2017

Bahasa Inggris, Bahasa Kafir?

Tulisan ini adalah sebuah refleksi dan gabungan antara pendidikan yang saya tempuh serta pengalaman yang tidak bisa di beli dengan uang. Kita mulai dari ruang lingkup masyarakat Aceh, dan objek bahasa yang kita bahas disini adalah bahasa Inggris dan bahasa Arab. Namun tidak akan mengabaikan bahasa Indonesia dan bahasa Aceh sebagai contoh di dalam tulisan kali ini.

Sumber Foto: pexels.com

"Ngapain belajar bahasa Inggris? itu kan bahasa orang kafir."


Begitulah kira-kira pertanyaan itu disodorkan untuk saya pada awal-awal milenium (tahun 2000-an). Saat itu Aceh masih diselimuti dengan konflik. Jika saya pulang ke kampung, banyak yang bertanya seperti itu. Pertanyaan tersebut sebenarnya di lemparkan untuk saya agar saya bisa mempersiapkan jawaban yang tepat. Bukan berarti pertanyaan itu untuk menghalangi-halangi saya untuk belajar bahasa Inggris.

Terus terang saya tidak memiliki jawaban tentang pertanyaan itu. Justru saya ingin balik bertanya "kenapa bahasa Inggris itu bahasanya orang kafir?", lalu saya bertanya lagi "apakah benar bahasa arab adalah bahasa orang muslim?". Kemudian pertanyaan nya menjadi lebih kerucut lagi, "jika bahasa arab adalah bahasa orang muslim, dan bahasa Inggris adalah bahasa orang kafir, lantas bahasa Indonesia adalah bahasa orang jawa?" lalu "bahasa Aceh adalah bahasa orang apa?"

Pertanyaan itu terus tertancap di pikiran tanpa jawaban yang betul pasti dari saya. Tahun 2005 masyarakat Aceh baru mulai terbuka matanya, bahwa bahasa Inggris itu penting. Dengan hadirnya NGO-NGO asing di Aceh saat itu, banyak masyarakat Aceh yang melihat orang-orang berkomunikasi dengan bahasa Inggris agar mendapatkan bantuan dan sebagainya.

Sejak saat itu saya tidak pernah mendengar lagi pertanyaan "Ngapain belajar bahasa Inggris? itu kan bahasa orang kafir.". Dunia sepertinya tentram tanpa pertanyaan itu.

Namun, tahun 2017 ini. Seorang teman yang sama-sama juga belajar di prodi pendidikan bahasa Inggris di sodorkan pernyataan bahwa "bahasa Inggris itu bahasa orang kafir. Ngapain belajar bahasa orang kafir?" Teman saya sepertinya terbawa emosi dan mempostingkannya melalui sebuah media. Saat membaca postingan dia, saya merasa sangat heran, "mengapa pertanyaan ini muncul lagi?". Rasa nya agak sedikit aneh, mengapa masih ada yang berfikiran seperti itu di zaman yang sudah sangat digital seperti saat ini.

Dari sini, barulah saya mencoba untuk mengeluarkan opini saya pribadi tentang fenomena aneh itu. Saya rasa sangat tidak bijak mensematkan kata "kafir" untuk sebuah bahasa. Mari kita lihat sebuah contoh, ada seorang non-muslim membuat sebuah bangku, kemudian apakah pantas kita sebut itu adalah bangku orang kafir? disisi lain apakah pantas kita menyebut sebuah bangku itu muslim jika bangku itu dibuat oleh seorang muslim? tentu saja tidak bukan?

Di Arab, bahasa Arab menjadi bahasa oficial bagi mereka. Disana ramai muslim yang berbicara bahasa Arab, tapi apakah kita harus menutup mata bahwa pada kenyataannya disana pun ada umat kristiani, yahudi dan sebagai nya yang juga berbicara bahasa Arab? bahkan kitab suci merekapun tertulis dalam bahasa Arab. Lantas, apakah masuk akal jika kita mengkafirkan atau memuslimkan bahasa Arab?

Di Amerika pun sama halnya. Disana banyak juga muslim yang berbicara bahasa Inggris. Lantas atas hak apa kita berani meng-kafirkan sebuah bahasa, dalam hal ini bahasa Inggris?

Beranjak dari sini lah, tidak elok rasanya jika ada suatu kaum yang meng-kafirkan sebuah bahasa (apapun). Kita harus menyadari bahwasanya Allah telah menciptakan manusia itu berbangsa-bangsa. Nah dalam penciptaan manusia yang berbangsa-bangsa itu Allah telah menunjukkan bahwa banyak budaya dan bahasa yang tercipta.

Sejauh ini belum ada satupun penelitian yang mampu membuktikan tentang bahasa Inggris adalah bahasa kafir.

Oleh karena nya, mari kita sama-sama memahami bahwa bahasa itu alat komunikasi yang dianugrah kan oleh Sang Pemilik Jagad Raya ini untuk manusia. Tujuan nya adalah agar manusia bisa saling berkomunikasi dan saling mengasihi.

Bahasa menjadi alat pemersatu umat yang berbeda-beda latar belakang kehidupan, menjadi media untuk penyelesaian konflik, dan bahasa pun menjadi suatu identitas sebuah bangsa.

Semoga tulisan ini tidak disalah artikan. ^_^ So, mari kita belajar bahasa Inggris dan bahasa asing apapun yang menarik untuk dipelajari menurut kita pribadi. Happy learning. ^_^

Friday, October 6, 2017

Penggunaan Edmodo.com Untuk Kelas Bahasa Inggris

Tidak bisa di pungkiri lagi bahwa di zaman digital seperti saat ini seorang guru atau dosen dituntut cerdas dalam menggunakan beberapa situs atau aplikasi untuk tujuan pembelajaran terkhusus nya belajar bahasa Inggris. Salah satu media yang bisa kita pelajari untuk kita gunakan di kelas adalah Edmodo.com. Edmodo menjadi sebuah ruang maya bagi dosen/guru untuk menyediakan PR, Quiz, atau Tugas yang bisa dikerjakan oleh anak murid di luar kelas. Selain itu, sebagai pengajar kita bisa memantau progress anak didik kita secara online. Dengan membuat kelas virtual di Edmodo.com, kita bisa selalu memberikan input kepada peserta didik kita untuk terus belajar bahasa Inggris di luar kelas dan secara online. Edmodo menyediakan fitur bagi kita untuk bisa membuat quiz, tugas, atau poll (sejenis vote).

Kelas Virtual Bahasa Inggris di edmodo.com


Saya tidak bisa menyebutkan 100% benar bahwa edmodo.com di sebut dengan istilah virtual class, namun untuk saat ini, untuk kenyamanan dan agar mudah dipahami, istilah virtual class ini kita gunakan. Di edmodo.com, kita bisa membuat sebuah kelas yang mana nanti kita bisa mengajak murid-murid kita bisa bergabung di dalam kelas maya yang kita asuh. Kelas tersebut tidak bersifat publik, dengat kata lain sangat private. Kita hanya perlu memberikan link kelas kita atau memberikan kode kelas kepada anak murid kita.

Tampilan edmodo hampir sama seperti facebook. Berbagai fitur sudah disediakan untuk memudahkan kita dan anak murid untuk upload dan download bahan ajar.

Fitur-fitur yang tersedia pada edmodo.com adalah sebagai berikut:

A. Assignments
Foto: Tab assignment pada edmodo.com

Pada fitur assignments ini, kita bisa melihat tugas tugas yang telah kita berikan untuk kelas kelas yang kita asuh. Dengan meng-klik salah satu tugas yang kita berikan, kita bisa menampilkan berapa siswa yang mengerjakan tugas nya. Tidak hanya itu saja, kitapun bisa melihat soal-soal mana saja yang tiap-tiap murid itu kerjakan salah dan benar. Sehingga dengan demikian kita bisa melakukan review saat di dalam kelas yang real.

B. Progress
Foto: Tab progress pada edmodo.com

Saat kita klik fitur ini, pilihlah kelas yang kita ingin lihat progress anak murid. Disitu nanti tersedia form penilaian seperti tugas, quiz, kehadiran, midterm, dan juga final. Semua item tersebut bisa kita edit dan tambahkan langsung di situ hanya dengan klik "add grade", termasuk juga nilai prilaku. Nilai-nilai tersebutpun bisa di input secara manual. Khusus untuk nilai tugas dan quiz, otomatis nilainya dari tugas dan quiz yang anak murid kerjakan. Jika mereka tidak mengerjakan tugas, berarti nilai nya nol. Kemudian di akhir semester, kita pun bisa download (export) nilai anak murid yang nantinya akan menjadi file microsoft excel untuk nantinya di pergunakan dan disesuaikan dengan penilaian yang ada di sekolah / perguruaan tinggi masing-masing.

C. Library
Foto: Library pada edmodo.com
Dengan adanya fitur yang satu ini, kita dapat mengunduh e-book atau file-file yang berhubungan dengan mata kuliah yang kita ajar. Di samping itu pun kita kita bisa membuat folder sendiri berdasarkan matakuliah yang kita asuh. Contoh kita membuat folder mata kuliah CALL, lalu kita upload file-file yang akan mahasiswa/siswa harus baca kedalam folder CALL tersebut. Nantinya kita hanya perlu memberikan link folder CALL kepada anak murid agar mereka bisa men-download bahan ajar nya. Sehingga membuat kelas kita lebih berasa "paper less" gitu ^_^ (ceritanya hemat :D)


D. Messaging
Foto: Messaging pada edmodo.com

Melalui fitur yang satu ini, kita bisa mengirim pesan kepada anak murid / mahasiswa secara individu. Zaman sekarang banyak sekali mahasiswa / siswa yang prefer berkomunikasi menggunakan media chatting seperti ini. Tidak ada salah nya jika kita menggunakan media ini untuk memberitahukan sesuatu seperti nilai mereka, keaktifan di kelas, atau sekedar diskusi terkait mata kuliah. Yang harus di pahami oleh kita sebagai pengajar adalah jangan menggunakan media chatting untuk hal yang sangat penting dan mendesak.

E. Notifications

Layaknya facebook dan berbagai jenis media sosial lainnya, edmodo pun memiliki fitur notification. Fitur ini bertujuan memberitahukan kita sebagai user edmodo (guru atau murid) tentang hal-hal yang harus dilakukan, atau sekedar menge-cek tugas anak murid atau melihat komentar dari anak-anak murid.

Manfaat Edmodo.com Untuk Pembelajaran Secara Virtual

1. Free alias gratis untuk membuat akunnya.
2. Bisa meng-aplikasikan flipped classroom.
3. Membuat suasana (diskusi) kelas tetap berjalan walaupun tidak didalam kelas yang nyata.
4. Guru / Dosen bisa berkomunikasi dengan anak murid baik itu secara beramai-ramai (diskusi) ataupun secara individu.
5. Guru / Dosen bisa membuat tugas atau quiz secara online yang nantinya murid-murid bisa mengerjakannya secara realtime dan di submit langsung tanpa berjumpa dengan pengajar.
6. Hemat kertas tentunya ^_^ sehingga di meja guru/dosen tidak berserakan dengan homework anak-anak murid.
7. Manfaat edmodo.com lainnya adalah pengajar bisa memberikan bahan ajar berupa e-book / file dan video-video ajar ke kelas virtual yang kita buat.

Kurang lebih itulah manfaat membuat kelas virtual di edmodo.com. Manfaat-manfaat diatas berdasarkan pengalaman pribadi saya, akan tetapi saya akan mencoba menuliskan lagi manfaat penggunaan edmodo untuk pembelajaran bahasa Inggris berdasarkan research (jika ada ^_^).

Nah ini dia artikel perkenalan sederhana tentang apa itu kelas virtual di edmodo.com. Semoga kita sebagai pengajar bahasa Inggris bisa dengan bijak menggunakan media edmodo ini untuk kelas virtual. Di artikel selanjutnya kita akan mencoba untuk membahas lebih detail bagaimana cara membuat kelas virtual di edmodo.com. Sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat. Share dan komen agar kita bisa diskusi lebih lanjut. Thanks for reading. Like, subscribe, lhaa emangnya Youtube :D

Monday, October 2, 2017

Apa itu Flipped Classroom ?

Pertama sekali saya membaca kata-kata Flipped Classroom itu berasal dari sebuah group diskusi di Schoology. Ada rasa penasaran apa itu Flipped Classroom, namun saya hanya membaca-membaca apa yang mereka diskusikan. Masih kurang paham dengan hal itu, akhirnya saya coba mencari tahu lebih banyak tentang Flipped Classroom. Ternyata Flipped Classroom adalah salah satu metode pembelajaran di kelas namun berbeda cara dengan sistem pengajaran tradisional.

Sumber foto: pixabay.com

Sejarah singkat Flipped Classroom

Berkisar tahun 1993, seorang scholar yang bernama Alison King berargumen melalui sebuah artikel tentang waktu pembelajaran di dalam kelas yang seharusnya digunakan untuk aktivitas-aktivitas. Ia fokus kepada penggunaan waktu di dalam kelas bagi siswa untuk melakukan diskusi, aktivitas-aktivitas, atau sesi tanya jawab yang mana ia berharap bisa memberikan banyak kesempatan untuk siswa belajar. Dengan kata lain King lebih berfokus kepada pola pembelajaran siswa aktif. Walaupun tidak ada istilah Flipped Classroom, namun konsep ini menjadi bahan acuan dasar perkembangan Flipped Classroom.

Kemudian, seorang professor dari Harvard, Eric Mazur mengembangkan konsep flipped classroom diatas dan di kenal dengan istilah peer instruction. Dia berfokus kepada pembelajaran aktif ketimbang sistem perkuliahan tradisional. Dengan bahasa lain ia mencoba pendekatan untuk pemberian materi di luar kelas, dan diskusi/pembelajaran di dalam kelas. Sehingga ia bisa menjadi seorang "pelatih" ketimbang "penceramah" saat berada didalam kelas.

Pada akhir tahun 1990 an, J. Wesley Baker juga mengembangkan konsep diatas. Pada tahun 2000, ia memperkenalkan istilah classroom flip, dan berasal dari sinilah istilah itu mulai berkembang.

Apa itu Flipped Classroom?

Flipped Classroom berbeda dengan Tadisional Classroom. Pertama-tama mari kita alur dari tradisional classroom:

1. Siswa datang ke kelas.
2. Mendengarkan apa (materi/teori) yang disampaikan dosen/guru.
3. Dosen / guru memberikan tugas atau penelitian.
4. Murid melakukan tugas atau penelitiannya di rumah.

Sementara Flipped Classroom:

1. Dosen / guru merekam perkuliahan yang berisikan materi yang ingin di diskusikan di dalam kelas.
2. Siswa menonton video yang berisikan materi/teori sebelum masuk kelas.
3. Selama di dalam kelas, dosen/guru hanya menjadi fasilitator.
4. Mahasiswa /siswa melakukan aktivitas-aktivitas atau berdiskusi tentang apa yang telah dipelajari dari video selama proses belajar di dalam kelas.

Sepertinya masih belum begitu detail, oleh karenanya mari kita lihat contoh yang lebih real lagi dari sebuah Flipped Classroom.

Dosen / Guru merekam sebuah video yang menjelaskan tentang bagaimana cara memperkenalkan diri dalam bahasa Inggris atau dengan kata lain how to do self-introduction. Lalu, dosen/guru memberikan video itu kepada anak-anak murid / mahasiswa agar mereka menonton dan mempelajarinya di rumah atau di luar kelas. Saat dikelas, dosen/guru hanya melakukan review sedikit dan langsung praktek dengan berbagai macam aktivitas (semacam drill) agar mahasiswa/siswa memiliki banyak waktu untuk langsung berbicara /praktik self-introduction. Dengan kata lain, di dalam kelas lebih menekankan kepada students-centered.

Tujuannya adalah "save time". Menghemat waktu untuk penjelasan-penjelasan tentang materi sangat penting dalam proses belajar mengajar. Sehingga anak-anak murid yang kurang paham bisa bertanya didalam kelas untuk mendapat penjelasan yang lebih detail lagi dari guru.

Sistem kuliah tradisional mengharuskan mahasiswa/siswa untuk mendengarkan materi yang disampaikan oleh dosen (semacam teacher centered), kemudian setelah keluar dari kelas, mahasiswa/siswa di berikan tugas untuk dikerjakan di rumah, seperti homework, reading assignment and summary atau research.

Sementara itu Flipped Classroom berlaku sebaliknya. Dimana mahasiswa/siswa diberikan sebuah video pembelajaran yang berisi materi-materi untuk bisa di diskusikan di dalam kelas. Ke-esokan harinya, mahasiswa/siswa bisa mempraktekkan materi-materi yang telah dipelajari di rumah melalui video-video. Tugas guru didalam kelas lebih banyak memberi ruang dan waktu untuk mahasiswa/siswa untuk praktek di kelas ketimbang memberi banyak materi.

Disamping itu, di dalam kelas juga bisa dilakukan diskusi-diskusi untuk mengetahui sejauh mana mahasiswa mempelajari materi-materi yang telah guru/dosen berikan melalui video-video. Intinya, Flipped Classroom tugas Guru / Dosen hanya sebagai pembimbing / mentor.

Nah itu dia penjelasan singkat tentang apa itu flipped classroom, semoga menambah khazanah keilmuan kita dalam meningkatkan kemampuan mengajar kita semua. Semoga bermanfaat dan selamat mempraktikkan flipped classroom. ^_^

Friday, September 29, 2017

Cara Mudah Download Jurnal Artikel Berbayar

Artikel kali ini akan membahas tentang bagaimana cara men-download jurnal-jurnal yang harus bayar namun bisa kita dapatkan secara gratis. Awal nya agak sedikit risih untuk berbagi tentang ini, akan tetapi banyak sekali teman-teman mahasiswa yang ada di Indonesia terutama di Aceh yang tidak memiliki akses untuk jurnal-jurnal internasional dan bagus secara gratis.

Foto: pixabay.com

Sebagai mahasiswa S2 dan S3, kita di tuntut untuk membaca banyak jurnal artikel yang berkaitan dengan penelitian / research yang sedang kita lakukan. Namun di Aceh masih banyak universitas-universitas yang tidak memiliki akses untuk jurnal-jurnal internasional dikarenakan biaya. Ada beberapa jurnal database yang menyediakan jurnal secara gratis. Namun masih sangat kurang dan masih belum terlalu "kaya" dengan resource nya.

Baca juga: 6 Web penyedia journal artikel bahasa Inggris

Di tambah lagi kalau mahasiswa jurusan pendidikan bahasa Inggris atau sastra Inggris, yang mana kita memang di tuntut untuk mencari sumber yang berbahasa Inggris pula walaupun sifatnya tidak wajib. Nah oleh karena nya pada artikel kali ini kami mencoba untuk mendeskripsikan bagaimana cara mudah untuk mendownload jurnal artikel berbayar.

Berikut langkah sederhana untuk dapat download jurnal berbayar secara gratis:

1. Buka situs sci-hub. 
2. Buka situs-situs yang menyediakan jurnal internasional seperti sciencedirect atau JSTOR.
3. Cari jurnal artikel yang ingin di download. Contoh: Pragmatic borrowing from English into Serbian: Linguistics and sociocultural aspects.

4. Lalu copy URL atau no. DOI
5. Paste kan / tempelkan alamat URL atau no. DOI nya ke situs Sci-hub
6. Klik open.
7. Maka Jurnal yang tadi nya berbayar sudah bisa kita akses dan juga download secara gratis.

Untuk sekedar informasi, diusahakan untuk selalu mengecek situs sci-hub apakah masih aktif atau tidak. Jika tidak aktif lagi, silakan google dengan keyword sci-hub.

cara download jurnal gratis
Foto of Sci-hub.cc, foto is taken from private document

Selain sciencedirect dan JSTOR, database jurnal artikel yang menyediakan jurnal-jurnal Internasional lainnya terutama di bidang bahasa adalah Springer, dan Applied Linguistic Journal. Perlu digarisbawahi bahwa tidak semua jurnal artikel yang berasal dari database-database diatas itu bisa di download. Bisa jadi itu dikarenakan jurnal artikelnya tahun lama, atau sci-hub belum menyediakan akses ke jurnal yang kita inginkan. Walaupun demikian, banyak sekali jurnal berbayar yang bisa kita download secara gratis dengan menggunakan sci-hub.

Nah itu dia artikel kita kali ini tentang cara download jurnal bagus dan berbayar secara gratis. Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat bagi semuanya. Share untuk teman-teman mahasiswa yang sedang mencari situs untuk mendownload jurnal berbayar secara gratis.

Wednesday, April 19, 2017

EPN CLASS_LP3I Banda Aceh

KS 37 Class.

Sri W.
Silvia
Tiaro
Ulva
Yanda


KS 38 Class.

1. Ivie
2. Parnila
3. Thiara
9. Fitra

IS 48 Class.

1. Sarah
2. Alfinda R.
3. Arief M.
4. Guntara
5. Mulia F.
6. Andika S.
7. Safrial
8. Firdaus
9. Fuadil
10. Safira
11. Irza
12. Aldi
13. Supriadi
14. Iman
15. Fathan
16. Andika


OS 26 Class. 

1. Balqis
2. Widya
3. Chiesa
4. Gina
5. Rewin
6. Irwandi
7. Wahyu
8. Khadijah
9. Japar / Japar
10. Ariyus
11. Multazam
12. Feby
13. Samsuardi
14. Cut Nour



Friday, March 24, 2017

Bermimpilah, dan Suruh Pada Ibumu Do'akan Semoga Kamu Berhasil

Doa ibu adalah doa yang berbahaya. Beberapa Abad lalu, Setiap lewat di SMA dan SMP Unggul Swiss di Blang Galang, Kabupaten Pidie,  Mamaku selalu bilang.. Kah enteuk inan ka  mengajar. -kamu disitu nanti mengajar- Aku hanya tersenyum sinis dengan kapasitasku waktu itu yang masih gugup bicara didepan umum. Dan mengajar belum bisa seberapa, aku pesimis  bisa.
Tersangka yang mendoakan,

Lalu beberapa abad setelahnya, sekolah Sukma Pidie dibangun pas dijalan pulang kerumahku. Setiap lewat didepannya dengan mama, mama berdoa lagi, kah inan enteuk ka mengajar. Aku mengangap remeh doa itu.

Asai na bajei dinas,haha

Teringat kisah masa muda Syeikh As-Sudais. Ceritanya, kala itu Abdurrahman as–Sudais kecil tengah asyik bermain tanah. Di saat yang sama, sang ibu tengah menyiapkan jamuan makan untuk kolega sang ayah yang hendak bertandang ke rumah. Nah, ketika hidangan telah tersaji, namun karena para tamu belum datang, tiba-tiba tangan mungil Sudais kecil yang menggenggam tengah debu dengan asyiknya menaburkan ke atas makanan. Melihat kelakuan nakalnya itu, sontak membuat ibunya marah.

idzhab ja’alakallahu imaaman lilharamain (pergi kamu, biar kamu jadi Imam di Haramain),” kata ibunya dengan nada marah dan kesal. Tapi kekesalan ibunda dengan mengucapkan hal yang baik itu dikabulkan oleh Allah.

Bagaimana kalau ibu kita menyumpahi kita waktu kecil “aneuk kureng aja?” Waa..

Lalu cerita bunda Kalifah Al-fatih, yang selalu membawa beliau ke tembok konstatinopel dan mengusapnya lalu berbisik, “engkaulah nak, yang nanti menghancurkan dinding-dinding ini” dan kembali doa ibu menjadi kenyataan pada tahun 1453 konstatinopel berhasil jatuh ke tangan kekalifahan islam.  Al-Fatih berhasil membuktikan kebenaran hadis Nabi
Konstantinopel akan jatuh di tangan seorang pemimpin yang sebaik-baik pemimpin, tentaranya sebaik-baik tentara, dan rakyatnya sebaik-baik rakyat.” (Al Hadis)

Tapi kisah Imam dan khalifah diatas sungguh lebih hebat dari cerita sederhana saya. Untuk mengabulkan doa ibu, saya harus berusaha. Untuk mengajar di dua sekolah unggul di Sigli yang disumpahi mama untuk mengajar disana, saya mempersiapkan diri, berkumpul dengan orang-orang unggul seperti para anak geng Nun Mati, ada Bang Rahmat Idris, beliau orator, penulis novel, bapak 3 anak dan orang yang sangat inspiratif, di geng itu juga ada dua lagi singa podium, public speaker yang handal Sayed fadhil dan Ariel kahhari. Ada juga beberapa anggota lain yang tidak disebut karena akan memperpanjang tulisan sampai dua buku untuk profil mereka.

Teman-teman ELC (English Lovers) Sigli
Kemudian kaum muslimin dan muslimat dimana saja anda berada, saya ikut beberapa kegiatan yang gratis diBanda Aceh. ada Acces (accelerated englisH society) tiap hari sabtu di TDRMC Ulee Lhe. Aku juga coba-coba ikut stand up comedy event, yang gak ada biaya pendaftaran, bukan untuk menang, tapi untuk merasakan, bagaimana rasanya tampil di depan orang banyak tanpa persiapan. Hehe. Ada lagi jadi Mc. Baik ditawarkan oleh desa maupun dinas pendidikan. Saya terima saja, walaupun uangnya tidak seberapa, yang penting kita sudah berani bicara, didepan para pemirsa undangan di acara-acara.
Teman-Teman Acces, Sangat Membantu kesuksesan menjadi manusia yang penuh game

Program pemerintah juga mengharuskan para guru untuk jadi guru pembelajar. Yaitu guru yang selalu mengupdate diri dengan sistem, materi dan metode mengajar paling aktual, tajam dan terpercaya. #eh

Sebagai guru, saya selalu panik sehari bahkan dua hari sebelum mengajar. Saat dikasih materi, saya akan berjam-jam kadang untuk mendalami materi tersebut, mencari worksheetnya, mencari di youtube cara paling mudah mengajari materi tersebut pada anak-anak dan membuatkan RPP, membuat time sheet apa yang harus dilakukan dalam dua kali 45 menit dalam waktu yang dikasih untuk masa mengajar itu, saat sampai dikelas..anak-anak langsung gembira menyambut saya..dan berteriak..

“Paak!! Kita nonton film hari ini yaa???
“Pak,. Putar film lah,..!

Tapi semuanya sekarang berubah..saat negara api menyerang. Doa Ibu, doa nenek dan ditambah oleh doa diri sendiri untuk membahagiakan orang tua, sebuah postingan grup WA mengatakan ada penerimaan di SUKMA, saya laju mempersiapkan berkasnya. Dulu juga pernah ada lowongan disana, tapi sebagai guru asrama, tak mau saya.


Lalu dites tulis, lewat di tes ngajar. Gak lewat. Dan pupus harapan. Dimarahin mama, dimarahin adiknya mama dan lain-lain. Saya tetap tegar dan kembali lagi memperbaiki diri, mungkin harus lebih kerja keras lagi.

Saya tetap kerja, membaca buku tentang pendidikan, menonton film yang banyak supaya bahasa inggris lebih bagus, minimal tau pas orang inggris ucapkan dan terus ikut Acces di TDRMC setiap sabtu, ada kawan-kawan baru dan game-game nya seru dan bisa dipraktekkan dikelas saya di SMK.

Dan pada Akhirnya panggilan yang ditunggu-tunggu tiba. Saya mendapat panggilan wawancara di Sukma. Pakek Bahasa Inggris walaupun yang wawancaranya orang indonesia. Wawancara lancar, karena tiap minggu  3 hari selalu melatih bahasa inggris di Acces, English Lovers di Sigli di Chek Mahdi setiap Selasa dan Kamis sore habis Asar dan film sangat membantu kita untuk Pronouciation dan listening. Dan sudah dua minggu saya mengajar di Sukma Pidie. Semoga Selalu disini.

Kerja apa saja yang penting halal

Sukma adalah sekolah yang menerapkan 5 S. Senyum, Sapa, Salam, sopan Santun. Jadi murid-muridnya akan semua tersenyum pada kita, dan menyapa bagi yang kenal akan memanggil nama, yang tak kenal akan tanya bapak siapa, ngajar apa dan kenapa belum ada mertua padahal sudah tua.

Lalu semua siswa belajar dengan penuh semangat   dan semua game yang diterapkan di Acces, bisa dipraktekkan disini. Akhirnya saya bisa menemukan diri saya, semua yang dipersiapkan dua hari sebelum hari H mengajar. Bisa teraplikasi dengan baik di kelas.

Jadi doa ibu sangat bahaya. Semoga ibu untuk anak-anak saya segera tahu kabar gembira ini.. #eh

Tuesday, February 14, 2017

Verbal Idioms Yang Harus Diketahui Untuk Menghadapi Tes TOEFL

Tes TOEFL memiliki banyak variasi soal dan diantaranya menggunakan kata-kata idiom. Pada artikel kali ini kita akan membuat daftar panjang tentang Verbal Idioms. Apa itu Verbal Idioms? Verbal Idioms adalah sekelompok kata-kata yang terdiri dari kata kerja yang mana memiliki arti yang berbeda dengan arti asli dari tiap-tiap kata tersebut. Kelompok kata-kata tersebut terdiri dari dua kata atau tiga kata.


Verbal Idioms kemungkinan besar jarang muncul pada test structure atau reading, namun lebih sering muncul pada bagian Listening. Seperti yang kita ketahui idioms memiliki makna berbeda dari makna kata aslinya, sehingga sulit bagi menebak-nebak artinya jika kita tidak mengetahuinya. Oleh karena itu kita perlu mempelajari nya. Berikut adalah Verbal Idioms yang harus kita ketahui untuk menghadapi tes TOEFL.

Sumber Photo: pexels.com

Break off: Berakhir / Mengakhiri. Verbal idiom ini biasa digunakan yang berkaitan dengan relation (hubungan) antar satu subjek dengan subjek lain. Contoh antar negara A dan B.

Bring up: Membesarkan (raise) / Mengemukakan (initiate).

Call on: Meminta (ask) / Mampir atau Mengunjungi (visit).

Care for: Menjaga atau Merawat / Suka (like).

Check out: Meminjam buku (di pustaka) / Memeriksa (investigate).

Check out of: Meninggalkan (leave)

Check (up) on: Memeriksa (investigate).

Close in on: Mendekati / Dekat

Come along with: Bersama / Menemani (accompany).

Come down with: Menderita penyakit /Menjadi sakit (become ill with).

Count on: Mengandalkan / Berharap.

Do away with: Menghilangkan (eliminate) / Menyingkirkan.

Draw up: Menulis / Merancang / Menyusun (draft).

Drop out of: Keluar (quit) / Mengundurkan diri dari (withdraw from).

Figure out: Memecahkan masalah (solve) / Mengerti (understand) / Menguraikan (decipher) / Menterjemahkan (interprete).

Find out: Menemukan (discover).

Get by: Melewati (manage to survive).

Get through: Selesai, menyelesaikan (finish) / Melewati, (manage to communicate), e.g.: It is difficult to get through to someone who doesn't understand your language(p.216).

Get up: Bangun, tumbuh (arise) / Organisir (organize).

Give up: Berhenti (cease) / Menyerah.

Go along with: Setuju (agree).

Hold on to: Genggaman (grasp) / Memelihara (maintain).

Hold up: Menodong / Mengacungkan.

Keep on: Lanjutkan (continue).

Look after: Menjaga (care for)

Look into: Mencari tahu (investigate)

Pass out / Hand out: Membagikan, menyalurkan (distribute).

Pass out: Pingsan (faint).

Point out: Memilih (select, choose).

Put off: Menunda (post pone).

Run across: Menemukan (discover).

Run into: Berjumpa tanpa sengaja.

See about: Mempertimbangkan (consider) / Menghadiri (attend to).

Take off: Terbang (pesawat).

Take over for:  Menggantikan (subtitute for).

Talk over: Mendiskusikan (discuss)

Try out: Tes (Ujian) / Audisi untuk pertujukan drama/music.

Turn in: Mengumpulkan, mengajukan, menyerahkan (submit) / Pergi tidur (go to bed).

Watch out for: Hati-hati, sinyal tanda bahaya, aba-aba, waspada.

Nah itu dia Verbal idioms yang harus kita ketahui untuk menghadapi tes TOEFL. Semoga bermanfaat.


Referensi:
Pyle, M.A., & Munoz, M. E. (1982) Cliff TOEFL Preparation Guide. Jhon Wiley & Sons, New York.