Friday, March 24, 2017

Bermimpilah, dan Suruh Pada Ibumu Do'akan Semoga Kamu Berhasil

Tersangka yang mendoakan,

Doa ibu adalah doa yang berbahaya. Beberapa Abad lalu, Setiap lewat di SMA dan SMP Unggul Swiss di Blang Galang, Kabupaten Pidie,  Mamaku selalu bilang.. Kah enteuk inan ka  mengajar. -kamu disitu nanti mengajar- Aku hanya tersenyum sinis dengan kapasitasku waktu itu yang masih gugup bicara didepan umum. Dan mengajar belum bisa seberapa, aku pesimis  bisa.

Lalu beberapa abad setelahnya, sekolah Sukma Pidie dibangun pas dijalan pulang kerumahku. Setiap lewat didepannya dengan mama, mama berdoa lagi, kah inan enteuk ka mengajar. Aku mengangap remeh doa itu.

Asai na bajei dinas,haha


Teringat kisah masa muda Syeikh As-Sudais. Ceritanya, kala itu Abdurrahman as–Sudais kecil tengah asyik bermain tanah. Di saat yang sama, sang ibu tengah menyiapkan jamuan makan untuk kolega sang ayah yang hendak bertandang ke rumah. Nah, ketika hidangan telah tersaji, namun karena para tamu belum datang, tiba-tiba tangan mungil Sudais kecil yang menggenggam tengah debu dengan asyiknya menaburkan ke atas makanan. Melihat kelakuan nakalnya itu, sontak membuat ibunya marah.

idzhab ja’alakallahu imaaman lilharamain (pergi kamu, biar kamu jadi Imam di Haramain),” kata ibunya dengan nada marah dan kesal. Tapi kekesalan ibunda dengan mengucapkan hal yang baik itu dikabulkan oleh Allah.

Bagaimana kalau ibu kita menyumpahi kita waktu kecil “aneuk kureng aja?” Waa..


Lalu cerita bunda Kalifah Al-fatih, yang selalu membawa beliau ke tembok konstatinopel dan mengusapnya lalu berbisik, “engkaulah nak, yang nanti menghancurkan dinding-dinding ini” dan kembali doa ibu menjadi kenyataan pada tahun 1453 konstatinopel berhasil jatuh ke tangan kekalifahan islam.  Al-Fatih berhasil membuktikan kebenaran hadis Nabi
Konstantinopel akan jatuh di tangan seorang pemimpin yang sebaik-baik pemimpin, tentaranya sebaik-baik tentara, dan rakyatnya sebaik-baik rakyat.” (Al Hadis)

Tapi kisah Imam dan khalifah diatas sungguh lebih hebat dari cerita sederhana saya. Untuk mengabulkan doa ibu, saya harus berusaha. Untuk mengajar di dua sekolah unggul di Sigli yang disumpahi mama untuk mengajar disana, saya mempersiapkan diri, berkumpul dengan orang-orang unggul seperti para anak geng Nun Mati, ada Bang Rahmat Idris, beliau orator, penulis novel, bapak 3 anak dan orang yang sangat inspiratif, di geng itu juga ada dua lagi singa podium, public speaker yang handal Sayed fadhil dan Ariel kahhari. Ada juga beberapa anggota lain yang tidak disebut karena akan memperpanjang tulisan sampai dua buku untuk profil mereka.

Teman-teman ELC (English Lovers) Sigli

Kemudian kaum muslimin dan muslimat dimana saja anda berada, saya ikut beberapa kegiatan yang gratis diBanda Aceh. ada Acces (accelerated englisH society) tiap hari sabtu di TDRMC Ulee Lhe. Aku juga coba-coba ikut stand up comedy event, yang gak ada biaya pendaftaran, bukan untuk menang, tapi untuk merasakan, bagaimana rasanya tampil di depan orang banyak tanpa persiapan. Hehe. Ada lagi jadi Mc. Baik ditawarkan oleh desa maupun dinas pendidikan. Saya terima saja, walaupun uangnya tidak seberapa, yang penting kita sudah berani bicara, didepan para pemirsa undangan di acara-acara.
Teman-Teman Acces, Sangat Membantu kesuksesan menjadi manusia yang penuh game

Program pemerintah juga mengharuskan para guru untuk jadi guru pembelajar. Yaitu guru yang selalu mengupdate diri dengan sistem, materi dan metode mengajar paling aktual, tajam dan terpercaya. #eh

Sebagai guru, saya selalu panik sehari bahkan dua hari sebelum mengajar. Saat dikasih materi, saya akan berjam-jam kadang untuk mendalami materi tersebut, mencari worksheetnya, mencari di youtube cara paling mudah mengajari materi tersebut pada anak-anak dan membuatkan RPP, membuat time sheet apa yang harus dilakukan dalam dua kali 45 menit dalam waktu yang dikasih untuk masa mengajar itu, saat sampai dikelas..anak-anak langsung gembira menyambut saya..dan berteriak..

“Paak!! Kita nonton film hari ini yaa???
“Pak,. Putar film lah,..!

Tapi semuanya sekarang berubah..saat negara api menyerang. Doa Ibu, doa nenek dan ditambah oleh doa diri sendiri untuk membahagiakan orang tua, sebuah postingan grup WA mengatakan ada penerimaan di SUKMA, saya laju mempersiapkan berkasnya. Dulu juga pernah ada lowongan disana, tapi sebagai guru asrama, tak mau saya.


Lalu dites tulis, lewat di tes ngajar. Gak lewat. Dan pupus harapan. Dimarahin mama, dimarahin adiknya mama dan lain-lain. Saya tetap tegar dan kembali lagi memperbaiki diri, mungkin harus lebih kerja keras lagi.

Saya tetap kerja, membaca buku tentang pendidikan, menonton film yang banyak supaya bahasa inggris lebih bagus, minimal tau pas orang inggris ucapkan dan terus ikut Acces di TDRMC setiap sabtu, ada kawan-kawan baru dan game-game nya seru dan bisa dipraktekkan dikelas saya di SMK.

Dan pada Akhirnya panggilan yang ditunggu-tunggu tiba. Saya mendapat panggilan wawancara di Sukma. Pakek Bahasa Inggris walaupun yang wawancaranya orang indonesia. Wawancara lancar, karena tiap minggu  3 hari selalu melatih bahasa inggris di Acces, English Lovers di Sigli di Chek Mahdi setiap Selasa dan Kamis sore habis Asar dan film sangat membantu kita untuk Pronouciation dan listening. Dan sudah dua minggu saya mengajar di Sukma Pidie. Semoga Selalu disini.

Kerja apa saja yang penting halal


Sukma adalah sekolah yang menerapkan 5 S. Senyum, Sapa, Salam, sopan Santun. Jadi murid-muridnya akan semua tersenyum pada kita, dan menyapa bagi yang kenal akan memanggil nama, yang tak kenal akan tanya bapak siapa, ngajar apa dan kenapa belum ada mertua padahal sudah tua.

Lalu semua siswa belajar dengan penuh semangat   dan semua game yang diterapkan di Acces, bisa dipraktekkan disini. Akhirnya saya bisa menemukan diri saya, semua yang dipersiapkan dua hari sebelum hari H mengajar. Bisa teraplikasi dengan baik di kelas.

Jadi doa ibu sangat bahaya. Semoga ibu untuk anak-anak saya segera tahu kabar gembira ini.. #eh




EmoticonEmoticon